Dianggap Ganggu Ekosistem, Izin Sawit di Danau Sentarum Minta Dihentikan

Minggu, 06 Maret 2011 10:13 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,PONTIANAK – Sejumlah kalangan meminta pengeluaran izin untuk pengelolaan perkebunan kelapa sawit di sekitar Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dapat dihentikan karena mengganggu ekosistem sekitar.

Perwakilan Balai Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Budi Suriansyah, saat dihubungi di Pontianak, Ahad (6/3), menyatakan ada sekitar delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit di dekat taman nasional itu. Keberadaan perusahaan sebanyak itu cukup membuat TNDS tidak berfungsi maksimal sebagai penampung air dari daerah aliran Sungai Kapuas dan sekitarnya.

“Danau Sentarum memiliki keunikan dengan fungsinya menampung secara alamiah air dari perbukitan maupun Sungai Kapuas serta sungai-sungai kecil lainnya,” kata Budi.

Air selanjutnya terdistribusi ke Sungai Kapuas yang mengalir dari Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Kubu Raya, Kota Pontianak, dan bermuara di Muara Jungkat, Kabupaten Pontianak. Daya tampung Danau Sentarum sekitar 63 miliar kubik air. Terdapat sekitar 266 jenis ikan air tawar, termasuk arwana.

Burung-burung air yang selama ini berimigrasi kini tak akan muncul lagi. Jika Danau Sentarum kehilangan fungsinya, maka aliran dari Sungai Kapuas tidak akan tertampung di danau, tapi langsung ke sungai.

Ada sembilan perusahaan yang sudah mendapat izin pengelolaan lahan di sekitar TNDS yakni PT Nusantara Mukti Sentosa, PT Bukit Prima Plantindo, PT Aneka Prima Pendopo, PT Plantana Razsindo, PT Setia Arto Mulia, PT Sawit Karunia Seriang, PT Sumber Sawit Sintang, PT Kirana Mega Tara, dan PT Mandala Agrisindo Perkasa.
Budi mengatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi itu ke Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan.

“Karena dampaknya beberapa tahun ke depan, tabungan air di Danau Sentarum tidak mencukupi sehingga air Sungai Kapuas surut,” katanya.

Sementara anggota DPRD Kalbar, Andi Aswad, mengharapkan Bupati Kapuas Hulu agar meninjau kembali perizinan perkebunan sawit di Kapuas Hulu, khususnya di sekitar Danau Sentarum. “Hal ini akan menjadi perhatian bagi kami dan Bupati Kapuas Hulu diharapkan untuk memperhatikan perizinan sawit yang ada,” kata Andi.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara

Satu Tanggapan

  1. koq nggak diupdate lagi??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: