RAPBD dan Draf Penyertaan Modal Siap Dibahas

LINTAS UTARA › SAMBAS ›
Kamis, 11 Desember 2008

RAPBD dan Draf Penyertaan Modal Siap Dibahas

Sambas, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sambas Tahun Anggaran (TA) 2009 siap dibahas. Ini setelah Bupati melalui Wakil Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH menyerahkan Nota Pengantar Draf RAPBD TA 2009 dan Penyertaan Modal Pemkab Sambas pada Bank Kalbar di DPRD Sambas, Rabu (10/12).
Penyerahan dua draf tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Sambas H Mas’ud Sulaiman dalam Sidang Paripurna Penyampaian Nota Pengantar RAPBD 2009. Sidang yang dimulai pukul 09.45 dipimpin Ketua DPRD Sambas Uray Barudin Idris didampingi dua wakilnya. Sebanyak 22 anggota DPRD Sambas hadir, termasuk pejabat di lingkungan Pemkab Sambas. Sedangkan para muspida hanya menghadirkan wakilnya. Agenda paripurna, selain penyampaian RAPBD TA 2009, juga membahas penyertaan modal Pemkab Sambas kepada Bank Kalbar. Dua Panitia Khusus (Pansus) dibentuk legislatif guna membahas kedua agenda tersebut.
Juliarti saat membacakan Nota Pengantar Keuangan Bupati Sambas mengatakan, penyusunan Kebijakan Umum APBD Kabupaten Sambas TA 2009 diupayakan tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional, Provinsi Kalbar, aspirasi masyarakat dalam musrenbang tahun 2008 dan mengacu pada visi-misi Bupati Sambas yang terjabar dalam visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas. “Tujuan dari penyusunan nota keuangan ini adalah memberikan gambaran umum kebijakan daerah dalam penyusunan RAPBD 2009 yang meliputi program dan kegiatan daerah serta alokasi dana pendapatan dan belanja daerah,” ujar dia.
Katanya, pada tahun 2009 ada empat program dan kegiatan pokok yang akan dilaksanakan Pemkab, yaitu kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia berkualitas, pembangunan ekonomi kerakyatan yang sinergis dengan investasi, pembangunan prasarana dan sarana dasar wilayah, pembangunan SDA dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Dibidang pendapatan dijelaskan Wabup, secara umum meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 3,19 persen menjadi Rp 599,11 miliar. Baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. “Hanya saja, lain-lain pendapatan yang sah diperkirakan menurun sebesar Rp 6,55 miliar atau 35,29 persen dari Rp 18,57 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp 12,01 miliar pada tahun 2009,” papar dia.
Dibidang belanja, Pemkab Sambas memiliki alokasi belanja berjumlah Rp 602,94 miliar atau menurun 5,77 persen dibanding alokasi tahun sebelumnya. Diungkapkan mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas ini, belanja tidak langsung dianggarkan Rp 359, 85 miliar dan belanja langsung mencapai Rp 243,08 miliar. “Memang banyak hal-hal yang belum sempurna dan belum dapat mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat yang ada di Kabupaten Sambas pada RAPBD 2009 ini. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Sambas akan tetap berusaha mencari solusi dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas ini,” tegas dia.
Mengenai penyertaan modal Pemkab Sambas kepada Bank Kalbar dijelaskannya, hal itu dalam bentuk pembelian saham dan sudah dilakukan sejak tahun 1999. Disampaikan dia, ini dilakukan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Barat sebagai pemegang saham, termasuk dari Kabupaten Sambas. “Bank ini dari tahun ketahun menunjukkan kinerja yang sangat baik untuk skala nasional dan potensi peningkatan pendapatan asli daerah. Oleh karena itu, memang perlu meningkatkan permodalan melalui penyertaan modal dari pemerintah daerah agar bank tersebut dapat melaksanakan fungsi dan menjalankan usaha perbankan,” imbuh dia.
Penyertaan modal tersebut hingga bulan Desember 2007 telah mencapai Rp 6 miliar lebih. Dimana selembar sahamnya seharga Rp 1juta. Pemkab Sambas memiliki 6.069 lembar saham pada Bank Kalbar dan berada pada urutan ke-5 setelah Pemprov Kalbar, Kabupaten Sintang, Ketapang dan Kapuas Hulu. Diperdakannya penyertaan modal sebut Juliarti, merupakan masukan dari BPK RI Perwakilan Pontianak pada saat melakukan pemeriksaan hasil laporan keuangan Pemkab Sambas. Selama ini, hal itu hanya dikuatkan oleh Keputusan Bupati Sambas. “Ini sesuai rekomendasi BPK RI sesuai LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan, red) Nomor 13.A/HP/XIX.PNK/05/2008,” paparnya.
Dalam LHP tersebut dijelaskan, apa yang telah dilakukan Pemkab Sambas merealisasikan investasi daerah dalam bentuk pembelian saham PT Bank Kalbar sejak tahun 1999 tidak mencerminkan ketaatan dan kepatuhan pada tertib administrasi, karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan berlaku. Jika raperda tersebut disetujui DPRD Sambas menjadi perda, maka sampai dengan tahun anggaran 2008 jumlah keseluruhan penyertaan modal Pemkab Sambas pada PT Bank Kalbar menjadi 7.266 lembar saham. Sesuai jadwal, legislatif akan memberikan pemandangan umumnya untuk Raperda Penyertaan Modal, Jum’at (12/12). Sedangkan untuk RAPBD 2009 rencananya digelar Senin, (15/12). (oVa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: