Mengintip Pesona Taman Nasional Danau Sentarum (Bagian 5)

Sabtu, 7 Agustus 2010

Mengintip Pesona Taman Nasional Danau Sentarum (Bagian 5)

Alasan Mengapa Keistimewaan Danau Sentarum

Memesona, eksotis, dan lengkap. Begitu kira-kira kesan wisatawan ketika menginjakkan kaki di Taman Nasional Danau Sentarum. Bagi penyuka wisata hutan, TNDS tepat sekali dipilih. Di sini, wisatawan dapat menikmati suasana hutan yang masih perawan, melihat pepohonan besar dan kecil yang beraneka jenis, menghirup udara segar dan bersih, memotret satwa, dan berkemah. Kontur medan yang naik turun dan jalan setapak yang berkelok-kelok sampai jauh ke dalam hutan, tentu merupakan areal yang diidam-idamkan oleh pecinta olahraga lintas alam.

Kawasan hutan taman nasional ini juga cocok dijadikan tempat wisata pendidikan atau wisata ilmiah. Sebab, di kawasan ini terdapat berbagai flora langka, seperti tembesu/tengkawang, jelutung, ramin, meranti, keruing, kayu ulin/belian, pungguk, menunggau, putat, kayu tahun, rengas, simpur,  bintangur, bungur, kawi, dan ransa.

Sedangkan fauna langka yang masih dapat dijumpai di kawasan ini antara lain adalah bangau tongtong, buaya, monyet, bekantan  orangutan, lebah, dan aneka jenis burung. Terdapatnya kantor suaka marga satwa, pusat penelitian, dan laboratorium di Pulau Tekenang kian melengkapi kawasan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kawasan ecotourism ini.

Sementara itu, Danau Sentarum dengan segala pesona dan misterinya, tentu juga menarik minat para pecinta wisata danau untuk mengarungi tiap sudutnya. Danau ini terletak di hulu Sungai Kapuas, sehingga sangat menentukan pasang surut air Sungai Kapuas. Danau Sentarum bagaikan celengan air raksasa bagi Sungai Kapuas. Dengan kata lain, air Sungai Kapuas tergantung pada fluktuasi air Danau Sentarum.

Pada musim hujan, danau ini menyimpan 25 persen air Sungai Kapuas dengan ketinggian air danau berkisar antara 6-8 meter. Ketika musim kemarau tiba, danau tersebut akan memasok separuh air yang mengaliri Sungai Kapuas. Bila memasuki musim kemarau panjang, Danau Sentarum akan berubah menjadi hamparan padang luas. Sebagaimana diketahui, kecuali Kabupaten Sintang, air Sungai Kapuas melewati hampir semua kabupaten/kota di Kalimantan Barat, dan akan bermuara di pantai barat Kalimantan Barat.

Di samping posisi penting tersebut, Danau Sentarum juga memiliki keunikan yang tidak ditemui pada danau-danau lainnya di Indonesia, yaitu air danaunya yang berwarna hitam kemerah-merahan akibat pengaruh zat tannim yang berasal dari hutan gambut yang ada di sekitarnya. Konon, menurut sejumlah ilmuwan, hutan gambut di taman nasional ini merupakan hutan gambut tertua di dunia. Kecuali itu, di danau ini terdapat berbagai jenis ikan air tawar.

Bahkan, danau ini merupakan habitat ikan air tawar terlengkap di dunia. Di dalamnya, ditemukan sekitar 266 spesies, di mana sekitar 70 persen di antaranya adalah spesies ikan air tawar endemik Borneo. Mulai ukuran terkecil, seperti ikan linut (sundasalax cf. microps) yang berukuran sekitar 1-2 sentimeter dengan tubuh yang transparan laiknya kaca, sampai yang berukuran 200 sentimeter, seperti ikan tapah (wallago leeri), terdapat di danau ini.

Ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat adalah di antara jenis ikan yang sering didapatkan nelayan ketika menjala atau memancing di Danau Sentarum. Hasil tangkapan tersebut, sebagiannya dikonsumsi sendiri dan sebagiannya lagi diasap dan diasinkan untuk dijual.

Selain itu, Danau Sentarum juga menjadi incaran para hobiis ikan hias, karena di danau ini terdapat spesies ikan hias langka yang berharga tinggi, seperti ikan ulanguli (botia macracantho) dan ikan arwana/siluk merah super red. (ulil@equator-news.com dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kapuas Hulu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: