Mengintip Pesona Taman Nasional Danau Sentarum (Bagian 4)

Jumat, 6 Agustus 2010

Mengintip Pesona Taman Nasional Danau Sentarum (Bagian 4)

Kunjungi Objek Wisata Danau Sentarum

Oleh : Kholil Yahya

Bagi Anda yang menyukai berbagai destinasi wisata dalam satu tempat, Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, perlu dimasukkan dalam agenda rekreasi Anda. Sebab, di TNDS yang terletak di kabupaten paling timur Provinsi Kalimantan Barat ini terdapat berbagai obyek wisata yang unik, menarik, dan menantang, seperti wisata hutan, wisata pendidikan, wisata danau, desa wisata, desa budaya dan lain sebagainya.

Bila dirunut ke belakang, kawasan yang berada di sekitar Danau Sentarum ini memiliki sejarah yang panjang sebelum akhirnya ditetapkan pemerintah pusat sebagai taman nasional seperti saat ini.

Pada awalnya, obyek wisata andalan Kabupaten Kapuas Hulu ini merupakan kawasan Suaka Alam Danau Sentarum berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan Republik Indonesia Nomor 2240/DJ/I/1981 pada tanggal 15 Juni 1981 dengan luas area sekitar 80.000 hektar.

Pada tahun 1982, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 757/Kpts/Um/10/1982, kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan Suaka Margasatwa Danau Sentarum yang pengelolaannya berada di bawah pengawasan Kantor Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Barat di Kota Pontianak.

Pada tahun 1991, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 1991, Indonesia meratifikasi Konvensi Ramsar (The Convention on Wetlands of International Importance), yaitu konvensi internasional tentang konservasi dan pemanfaatan lahan basah yang ditetapkan di Ramsar Iran pada tanggal 2 Februari 1971.

Untuk menindaklanjuti keputusan tersebut, pada tahun 1994 pemerintah pusat menetapkan kawasan Danau Sentarum sebagai situs Ramsar di Indonesia. Keputusan ini diambil, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu wakil daerah hamparan banjir (lebak lebung, floodflain), menurut sejumlah ilmuan, termasuk yang terluas dan terpelihara dengan baik di kawasan Asia Tenggara.

Melihat potensinya yang begitu melimpah dan posisinya yang sangat penting, tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi dunia, pada tanggal 4 Februari 1999 kawasan tersebut ditetapkan sebagai Taman Nasional Danau Sentarum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Republik Indonesia Nomor 34/Kpts/II/1999 dengan luas area sekitar 132.000 hektar.

Untuk menjaga kelestariannya, kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 144 Tahun 2003.

Sedangkan untuk memudahkan pengawasan dan koordinasi, pada tanggal 1 Februari 2007 dibentuk Unit Pelaksana Teknis Balai Taman Nasional Danau Sentarum melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.03/Menhut-II/2007 yang berkantor di Kabupaten Sintang. (ulil@equator-news.com dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kapuas Hulu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: