Lanskap Heart of Borneo Terancam

Lanskap Heart of Borneo Terancam
Pontianak | Jum’at, 24 Jun 2011
Andi Fachrizal

SEDIKITNYA 74 perusahaan perkebunan kelapa sawit memperoleh izin di lanskap Heart of Borneo (HoB). Luas total area di tiga kabupaten, masing-masing Sintang, Melawi, dan Kabupaten Kapuas Hulu mencapai 876.137 hektare. Lokasi tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) Jantung Kalimantan.

Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Hiarsolih Buchori menjelaskan dari 74 perusahaan tersebut, yang baru mengantongi informasi lahan ada delapan perusahaan dengan total luas 86.807 hektare. Sedangkan yang mengantongi izin lokasi sebanyak 13 perusahaan dengan total 169.451 hektare, dan Izin Usaha Perkebunan (IUP) sebanyak 37 perusahaan dengan luas total 566.205 hektare.

“Untuk realisasi tanam memang masih kecil, dari IUP saja sebenarnya ada 70 persen area yang visibel saja sudah bagus karena memang tidak semua area dalam IUP itu bisa ditanami,” ujar Hiarsolih usai menghadiri Workshop Penerapatan Praktik Terbaik pada Perkebunan Kelapa Sawit di Lanskap HoB, Kamis (23/6) di Sintang.

Secara umum, dari 6.097.913 hektare area pertanian lahan kering di Kalbar, pemerintah mengalokasikan lahan perkebunan seluas 3,5 juta hektare. Dari alokasi itu, telah diterbitkan perizinan di atas lahan seluas 3,582 hektare kepada 359 perusahaan. Sebagian besar didominasi perkebunan kelapa sawit dengan jumlah izin untuk 347 perusahaan yang menggarap lahan seluas 3,548 hektare.

Hingga sekarang total yang mengantongi IUP mencapai 169 perusahaan dengan luas cadangan lahan 2,1 juta hektare dan realisasi tanam sudah mencapai 705 ribu hektare. “Rencana pembangunan kebun kelapa sawit, baik kebun baru maupun peremajaan memang masih besar. Namun paling penting adalah optimalisasi jangan sampai izin yang sudah ada tidak dikerjakan maksimal,” kata dia.

Pemanfaatan lahan untuk usaha pembangunan perkebunan, kata Hiarsolih, terkadang menemui hambatan baik berupa konflik maupun tumpang tindih. Permasalahan lahan ini menempati urutan paling atas yang penanganannya memerlukan koordinasi antarpihak pemegang otoritas agar tidak mengganggu kegiatan usaha.

“Tugas kami melakukan pengawasan dan pembinaan usaha perkebunan. Salah satunya melalui penilaian agar usaha perkebunan berjalan maksimal dan berkelanjutan yang tentunya sejalan dengan maksud dan tujuan diterapkannya ISPO dan RSPO,” ucapnya.

Ia memaparkan dari hasil penilaian kelas usaha perkebunan tahap pembangunan terhadap empat perusahaan dan tahap operasional terhadap 41 perusahaan pada 2009 lalu telah ditetapkan kelasnya melalui Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 259/EKBANG/2010.

Dari hasil penilaian itu, dikaitkan dengan prinsip dan kriteria RSPO dan ISPO, ada lima perusahaan yang mendapat nilai kurang sekali atau kelas E untuk tahap pembangunan dan kelas V untuk tahap operasional. “Hal ini disebabkan mereka tidak mengembalikan kuisioner penilaian dan bila dikaitkan dengan RSPO dan ISPO, adanya ketidaktaatan dengan kriteria RSPO 1.1 dan ISPO 1,9,” ucapnya.

Hasil penilaian juga diketahui terdapat dua perusahaan yang mendapat nilai baik sekali atau kelas 1 untuk tahap operasional dan kondisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi perusahaan lainnya yang masih di kelas bawah.

“Untuk kategori baik atau klas B ada 21 perusahaan untuk tahap pembangunan atau kelas II untuk tahap operasional, sementara yang mendapat penilaian sedang atau kelas C untuk tahap pembangunan dan kelas III untuk tahap operasional ada 16 perusahaan,” tuturnya.

Dari penilaian usaha perkebunan itu, ia optimistis penerapan sertifikasi ISPO maupun RSPO di Kalbar dapat terealisasi dalam upaya mewujudkan praktik terbaik menuju usaha kelapa sawit berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: