Ketika Danau Mulai Kekurangan Air

Rabu, 14 April 2010

Ketika Danau Mulai Kekurangan Air

Menteri Kehutanan (Menhut) RI Zulkifli Hasan SE MM, mengaku sedih melihat kondisi Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kapuas Hulu yang mulai tergerus oleh kepentingan bisnis lain. Karena di sekitarnya terdapat perkebunan sawit yang sewaktu-waktu dapat mengancam ketersediaan air di kawasan konservasi tersebut.

.Zulkifli mengungkapkan, hal tersebut setelah melakukan pemantauan dari udara mengenai kondisi kawasan hutan di Kalbar bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH), Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH dan lainnya.

Dari Supadio, rombongan Zulkifli langsung ke Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Bengkayang, Sambas dan kembali lagi ke Supadio kemarin sore.

Pun demikian, Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH menimpali, kalau kondisi kawasan hutan di Kalbar masih banyak yang perawan dan lebih baik dari daerah-daerah lainnya. Alasannya, rusaknya hutan di Kalbar karena sisa-sisa pemerintahan sebelumnya. Sedangkan sejak masa kepemimpinannya mulai keras terhadap para pembalak liar.

Danau sentarum memiliki keaneragaman hayati yang baik dan ditemukan beberapa spesies baru. Akan tetapi itu hanya bagus di atas kertas, kenyataannya keberlangsungan TNDS mulai terancam kepentingan bisnis. Semuanya berdalih, demi kepentingan dalam menyokong pendapatan asli daerah (PAD).

Kekurangan air yang melanda TNDS sebenarnya itu peringatan bagi seluruh penduduk, Kalbar, Kaltim, dan negara jiran, Malaysia Timur. Sebab, TNDS sejak zaman pemerintah colonial Belanda, disebut “menara air”.

Maksud menara air ini, karena kawasan TNDS memiliki formasi tanah, hutan, sistem alami pengairan, untuk menopang ketersediaan air bersih layak konsumsi, air bagi Sungai Kapus (terpanjang di Indonesia) serta sungai anak-anaknya, dan lain-lain.

Kalau kawasan “menara air” saja sudah mulai kekurangan air, sama saja menambah penduduk kawasan yang kesulitan dalam pemenuhan air bersih layak konsumsi. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: