Kelestarian TNDS Terancam Perkebunan Sawit

Rabu, 1 April 2009

Kelestarian TNDS Terancam Perkebunan Sawit

Pontianak, Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu kawasan konservasi di Kalbar yang kondisinya saat ini mulai memprihatinkan akibat ekspansi perkebunan sawit di sekitar danau. “Butuh perhatian serius pemerintah untuk menjaga kelestariannya, apalagi ini menyangkut sebuah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi untuk kepentingan pengetahuan disamping tempat sumber mata pencaharian masyarakat setempat,” jelas Yuyun Kurniawan, Direktur Eksekutif Yayasan Titian Kalbar kepada sejumlah wartawan, Senin (30/3) kemarin di Pontianak. Menurutnya, pemberian informasi ke masyarakat luas mengenai kondisi TNDS saat ini menjadi penting, apalagi kawasan itu sudah masuk dalam bagian dari Jantung Kalimantan yang telah disepakati secara politis oleh pemerintahan tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. “Kondisinya saat ini bagi kita cukup memprihatinkan karena sudah ada beberapa izin perkebunan di sekitar kawasan, bahkan ada yang sudah mulai beraktivitas yang tentunya berdampak langsung bagi kelestarian danau,” tukasnya. Menurut dia, secara ekologi, kawasan TNDS merupakan rangkaian danau pasang surut yang menghubungkan jaringan sungai sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas. “TNDS adalah bagian dari kawasan gambut dan merupakan kawasan hutan primer rawa air tawar yang tersisa di Kalimantan, di kawasan ini bisa ditemukan 185 jenis ikan dan 200 jenis burung,” tukasnya. Selain itu menurut dia, kawasan ini merupakan habitat dari populasi Proboscis Monkey atau Bekantan (Nasalis lavartus) di pedalaman Kalimantan, species primata lain yang tercatat adalah Orangutan (Pongo pigmaeus) dan Kelempiau (Hylobates muelleri). Dari sisi ekonomi, lanjut dia, hasil perikanan di kawasan Danau Sentarum tercatat sebesar 3000 ton pertahun dan mendukung kehidupan 10 ribu jiwa penduduk di dalam dan di sekitar danau. “Aktifitas masyarakat tradisional selain perikanan termasuk bercocok tanam dan mengumpulkan hasil hutan seperti madu. Untuk hasil madu saja bis amenghasilkan miliaran rupiah tiap tahunnya,” kata dia. Dijelaskan Yuyun, pada kawasan hutan penyangga sekitar Danau Sentarum saja sudah ada sembilan perusahaan sawit milik Smart Tbk-Sinar Mas Group, beberapa dari perusahaan tersebut sudah melakukan berbagai aktivitas lapangan dari pembibitan sampai dengan penanaman. “Salah satunya adalah PT Kartika Prima Cipta yang telah menanam sawit seluas lebih kurang 600 ha di Kecamatan Suhaid,” ungkapnya. Dari data yang diperoleh Yayasan Titian, beberapa perusahaan yang be rada di sekitar Danau Sentarum ini terindikasi melakukan pelanggaran terhadap undang-undang Kehutanan dan Undang-undang Lingkungan Hidup. “Yang kita pertanyakan saat ini adalah proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan itu,” tukasnya. Persoalan lainnya yang tidak kalah penting selain ketidakpatuhan perusahaan pada regulasi yang ada, juga soal tumpangtindihnya kawasan yang diperuntukkan bagi perusahaan dengan kawasan hutan. “Saya kira ini yang merupakan persoalan serius di mana ada tumpang tindih kawasan yang dijadikan kebun dengan kawasan hutan yang dikonservasi,” ungkapnya. Dari hasil kajian Balai Pemantauan Kawasan Hutan Wilayah Kalbar, lanjut Yuyun, ada tujuh anak perusahaan Smart Group yang areal lokasinya tumpang tindih dengan Hutan Lindung, Taman Nasional, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Konversi, padahal untuk perkebunan ini mestinya berada di Areal Penggunaan Lain (APL), kalaupun di Hutan Produksi, proses pelepasan kawasannya akan lebih panjang Ia mengimbau agar Bupati Kapuas Hulu bisa melakukan perubahan atas izin-izin perusahaan yang tumpang tindih dengan kawasan hutan. “Ini sudah jelas kawasan hutan dan kawasan konservasi, bukan merupakan APL sehingga kita minta Bupati bisa meninjau ulang ijin yang telah di keluarkan,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: