Kapolda Kunjungi PT Buana Tunas Sejahtera

Kamis, 28 Januari 2010

Kapolda Kunjungi PT Buana Tunas Sejahtera

PONTIANAK –Di sela lawatannya ke perbatasan Badau (Kapuas Hulu)-Lubok (Malaysia Timur) beberapa waktu lalu, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Erwin TPL Tobing beserta rombongan berkesempatan mengunjungi perkebunan sawit PT Buana Tunas Sejahtera.

“Saya mengharapkan kepada seluruh pihak untuk mendukung pembangunan kebun sawit,” ucap Erwin di sela dialog Camat, Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, CEO Sinar Mas Group, semua staf, dan unsur pimpinan kebun, serta masyarakat di sekitar perkebunan tersebut.

Alasannya masyarakat mendukung perkebunan sawit karena kebun merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Perkebunan sawit bisa membuka akses daerah terpencil dan membantu menciptakan iklim investasi yang kondusif guna kelancaran pembangunan,” seru Erwin.

Selain Erwin, ikut hadir dalam kunjungan itu Konsul Malaysia di Pontianak, Moch Zairi Moch Basri, Karo Pers Polda Kalbar, Kombes Pol Drs Djamaluddin, Karo Bina Mitra, Kombes Pol Sugeng Haryanto. Berikutnya juga hadir Karo Log, Kombes Pol Drs Sukisto, Ka SPN Pontianak, AKBP Drs Eri Nursatari, Kasat Brimob, AKBP Iskandar, Kapolres Sanggau, AKBP I Wayan Sugiri S ik M Si, dan Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Drs Teddy Marbun.

Kapolda sendiri datang ke Kapuas Hulu dalam rangka memberikan arahan kepada jajarannya di perbatasan, khususnya di Polsek Badau. “Kalau dalam pembangunan perkebunan sawit ada persoalan di lapangan, diharapkan bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Namun bila tidak terselesaikan, maka jalur hukum yang perlu ditempuh sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” sarannya.

Erwin mengimbau untuk menghindari main hakim sendiri atau memaksakan kehendak dalam menangani sengketa persoalan perkebunan. Aparat hukum juga diharapkan dapat melakukan penindakan secara hukum, jika memang terbukti ada pihak yang sengaja memanfaatkan keadaan dalam menangani persoalan perkebunan.

“Hukum adat jangan dijadikan alat untuk kepentingan segelintir pihak, terutama mereka yang ingin mencari keuntungan semata. Penerapan hukum adat haruslah memerhatikan hukum positif yang berlaku di negara RI,” cetusnya.

Untuk menyamakan persepsi penerapan hukum adat tersebut, Polda Kalbar bakal melakukan berbagai terobosan. “Ke depan kita akan mengundang para tokoh adat untuk membahas masalah ini bersama-sama dengan ketua dewan adat,” janjinya.

Dengan terciptanya kondisi Kamtibmas yang kondusif, Erwin berharap pembangunan perkebunan sawit di wilayah seluruh wilayah Kalbar bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan lapangan kerja baru, dan meningkatkan ketahanan nasional bangsa. “Ini penting untuk mencapai tujuan pembangunan nasional,” pungkas Erwin. (bdu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: