Dukung Perkebunan Ramah Lingkungan

Senin, 31 Agustus 2009

Dukung Perkebunan Ramah Lingkungan

BADAU. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Drs Y Alexander, MSi, dengan tegas mengaku akan mendukung perkebunan sawit yang telah mengangonti izin pemanfaatan lahan dari pemerintah kabupaten. Terlebih, apabila perkebunan itu tidak melakukan pembakaran lahan pada saat pembersihan areal. “Jika perusahaan itu tidak nakal dan pro terhadap rakyat apa salahnya jika kami dari Pemkab Kapuas Hulu memberikan dukungan kepada perusahaan perkebunan sawit,” kata Alexander pada saat meninjau perkebunan sawit milik Perusahaan Sinar Mas di Kecamatan Badau, baru-baru ini. Wabup yang saat itu didampingi Wakapolres, Kompol Warsito, Camat Badau Drs Acmad Salafudin dan perwakilan perusahaan Dinul Fahrizal mengacungi jempol dengan perkebunan tersebut karena sama sekali tidak melakukan pembakaran lahan. “Ini salah satu perusahaan yang benar-benar ramah lingkungan. Dan tidak benar anggapan Malaysia yang menuduh kita mengirim kabut ke negar mereka. Justru kalau di Badau merekalah yang mengirim kabut ke negara kita,” tegas Alex. Ditambahkannya, Pemerintah Daerah telah menyiapkan sekitar 300 ribu hektar lahan untuk perkebunan sawit. Dari areal yang disiapkan itu, sudah ada beberapa wilayah yang menjadi lahan sejumlah perusahaan sawit dengan berbagai tingkatan perizinan. Hanya saja Alex berharap, perusahaan yang telah mengangongi izin benar-benar pada tujuan pengembangan sektor perkebunan. “Kita berharap perkebunan sawit, tidak menjadikan perkebunan sawit sebagai kedok untuk kegiatan lainnya. Terutama untuk mendapatkan kayu pada saat pembersihan lahan,” tambah Alex. Pemkab Kapuas Hulu, komitmen terhadap berbagai upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan terus mendorong masuknya investasi di Bumi Uncak Kapuas. Sebab kata Alex, investasi merupakan salah satu point penting untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. “Tanpa investasi, ekonomi akan sulit berkembang. Masyarakat juga akan sulit meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan,” katanya. Dengan investasi jelasnya, sektor perkebunan sawit diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Terlebih dengan telah ditutupnya usaha sektor perkayuan. Sehingga masyarakat membutuhkan pekerjaan untuk menggantungkan hidup. Sementara itu, Dinul Fahrizal, perwakilan perusahaan Sinar Mas Group di Badau mengatakan bahwa pihaknya tetap pada komitmen awal. Terlebih diakuinya, lahan yang digarap pihaknya merupakan areal pemanfaatan lain yang memang diperuntukkan bagi perkebunan sawit. “Kita tidak pernah main-main dengan investasi yang ada di perbatasan ini. Semuanya telah kita selesaikan sehingga bisa pada tahap sekarang ini. Dan kita berharap, akan berjalan sesuai rencana yang telah ada,” jelas Dinul. Dinul mengakui mekanisme yang dianut bersama masyarakat adalah sistem bagi hasil dengan persentase 80 persen ke perusahaan dan 20 persen ke masyarakat. Dimana seluruh operasional pemeliharaan, pemupukan dan lainnya dilakukan perusahaan. Dengan harapan, hasil produksi akan merata sehingga hasil yang diterima masyarakat juga akan sama. “Kita ingin menempatkan masyarakat sesuai proporsi yang sama,” katanya. Ditanya apakah perusahaan Sinar Mas dalam pembersihan lahan melakukan pembakaran lahan. Dinul lantas mempersilahkan melakukan pengecekan. “Silahkan cek ke perkebunan, kami pastikan tidak ada satu titik api. Kami menumpuk sampah itu di bagian gang sawit,” tandasnya. (lil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: