DPRD Kubu Raya Berharap PT PWA Beroperasi

Senin, 26 April 2010

DPRD Kubu Raya Berharap PT PWA Beroperasi

PONTIANAK –Komisi B membidangi perekonomian DPRD Kabupaten Kubu Raya memiliki perhatian besar terhadap pengembangan investasi kebun sawit di daerahnya. Mereka juga berharap operasional PT Pinang Witmas Abadi (PWA), salah satu perusahaan sawit yang sudah berinvestasi di Kubu Raya segera melanjutkan investasinya di lahan seluas18 ribu hektar.

“Hasil dialog kami bersama perwakilan masyarakat Desa Sungai Asam, Pasak Tiang, Bengkarek dan Desa Tebang Kacang Kecamatan Sungai Raya—Kubu Raya, Sabtu (24/4), masyarakat menginginkan secepatnya menanam sawit di lahan mereka,” kata Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kubu Raya, Umar H Abdul Manan di Pontianak, kemarin.

Umar menjelaskan, ada ribuan masyarakat di empat desa itu sebelumnya telah bekerja di PT PWA. Mereka bekerja sejak tahap pembukaan lahan dan pembibitan dengan menerima gaji standar upah minimum regional (UMR). “Tapi akibat lahan berpolemik (dengan Pemkab Kubu Raya), masyarakat yang tadinya telah mempunyai pekerjaan harus kehilangan lagi mata pencaharian mereka,” ujarnya.

Umar mengatakan, pada dasarnya masyarakat di empat desa itu menginginkan Pemda Kubu Raya mengambil langkah yang objektif dan profesional, sesuai perundang-undangan berlaku. “Kalau PT PWA telah menang atas gugatannya kepada Bupati Kubu Raya dan PTPN XIII di PTUN Pontianak, kenapa tidak diserahkannya saja pengembangan perkebunan sawit pada perusahaan itu. Apalagi masyarakat telah mengenal PT PWA,” kata Umar.

Dalam waktu dekat Komisi B DPRD Kubu Raya akan memanggil Pemkab Kubu Raya, PT PWA dan PTPN XIII untuk duduk satu meja, mencari jalan keluar terkait 18 ribu hektar lahan yang pernah mereka persoalkan di PTUN. Dewan berharap agar permasalahan itu tidak berkepanjangan. “Namun sebelum memanggil ketiga pihak terkait itu, Komisi B akan melakukan rapat internal terlebih dahulu dalam menyikapi polemik tersebut,” ujarnya.

Komisi B menginginkan status quo atas lahan sekitar 18 ribu hektare itu cepat diselesaikan. “Kami berharap Pemkab mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, bukan berdasarkan kelompok atau perorangan,” imbuh Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Saifudin (35), salah seorang tokoh masyarakat Desa Bengkarek Kecamatan Sungai Raya mendesak pemerintah untuk tidak memperpanjang polemik tersebut. “Kalau sampai polemik itu panjang, kami sebagai petani yang dirugikan. Karena tidak bisa menanam sawit. Sementara bibit sawit telah siap tanam,” katanya.

Ia berharap pemerintah bersikap profesional dalam hal itu. “Kami bersama PT PWA telah merintis pengembangan sawit mulai dari awal sehingga mengetahui betul komitmen perusahaan itu untuk menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Ancen Senen (45), salah seorang petani sawit Desa Lingga mengatakan, ia dan 1.500 kepala keluarga atau sekitar 6.000 jiwa di Desa Lingga sudah tidak sabar untuk menanam bibit sawit. Apalagi lahan sudah disiapkan untuk PT PWA. Ancen berharap Bupati Kubu Raya dan PTPN XIII berlapang hati menerima putusan PTUN Pontianak yang memenangkan gugatan PT PWA. “Kami inginkan kepastian hukum dalam mengembangkan perkebunan sawit di Desa Lingga Sungai,” ujarnya.

Sebelumnya, pengacara PT PWA, Rivai Kusumanegara dalam keterangan pers mengatakan, perusahaan perkebunan PT PWA siap melakukan kerja sama dengan Bupati Kubu Raya dan mengharapkan kepastian hukum, agar secepatnya melanjutkan investasi pengembangan kebun sawit seluas 18 ribu hektare di kabupaten termuda di Kalbar itu. “Kami tetap menginginkan investasi di bidang perkebunan sawit di Kabupaten Kubu Raya, mengingat investasi yang telah dikeluarkan sekitar Rp 27 miliar sejak tahun 2005 hingga sekarang,” bebernya.

Rivai mengatakan, pada dasarnya PT PWA mengharapkan terjalinnya komunikasi yang baik antara Bupati Kubu Raya dan PTPN XIII serta masyarakat sebagai petani sawit. “Kami sangat patuh pada perundangan-undangan yang berlaku. Sejak tahun 2007 lalu PT PWA telah melakukan pengajuan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dengan beberapa kali perbaikan dan telah disetujui oleh Komisi Penilai Amdal,” kata Rivai

PT PWA merupakan salah satu anak perusahaan Triputra Agro Persada (TAP) yang telah mengembangkan perkebunan sawit di beberapa provinsi. Di antaranya Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari di Provinsi  Jambi, Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Timur, Kabupaten Berau di Provinsi Kalimantan Timur, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan.

Ada juga Kabupaten Seruyan, Lamandau, Katingan dan Sukmara di Kalimantan Tengah. Sementara di Provinsi Kalbar, yaitu Kabupaten Sintang, di Kecamatan Ketungau Hulu, Ketungau Hilir atas nama PT Kiara Sawit Abadi dan PT Buana Hijau Abadi, di Kabupaten Kubu Raya atas nama PT PWA dan di Kabupaten Ketapang atas nama PT Harapan Hibrida Kalbar. (bdu/probis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: