Beli Listrik Malaysia untuk Perbatasan

Senin, 16 Maret 2009

Diresmikan Gubernur, Disaksikan Dirut PLN

Beli Listrik Malaysia untuk Perbatasan

Sambas, Walau nota kesepahaman pembelian listrik antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan Serawak Energy Berhard (SEB) untuk kawasan perbatasan telah dilakukan sejak tahun 1990-an, tapi baru Kecamatan Sajingan Besar yang direalisasikan.
Bertempat di salah satu ruangan Gedung CIQS Aruk, Minggu (15/3), Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH langsung meresmikan pembelian tersebut disaksikan Dirut PLN Fachmi Mochtar, Chairman Serawak Energy Berhard (SEB) Datuk Abdul Hamid Sepawi dan General Manager (GM) PLN Wilayah Kalbar Denny Pranoto. Pembelian energi listrik dari negeri jiran ini sebenarnya diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan energi di beberapa titik perbatasan Kalbar. Kecamatan yang berbatasan dengan Biawak, Sarawak, Malaysia ini menjadi daerah pertama yang menggunakan listrik pembelian perusahaan energi plat merah dari negara Sarawak Malaysia.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid didampingi Wakil Bupati dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH dan beberapa pejabat eselon II, III dan IV selaku tuan rumah. Selain itu disaksikan pula oleh rombongan Danrem 121/ABW.
Peresmian berlangsung sekitar pukul 09.00 ditandai dengan dibukanya tirai peta wilayah Kecamatan Sajingan Besar bertuliskan “Peresmian Pembelian Energi Listrik dari Sarawak Energy Berhad”. Sebelumnya, secara berurutan mulai GM PLN Kalbar, Chairman SEB, Dirut PLN dan terakhir Gubernur Kalbar memberikan sambutan mengenai penggunaan energi tersebut.
Gubernur Kalbar Cornelis mengungkapkan rasa gembiranya. Katanya, momen ini merupakan sejarah besar bagi kedua negara. “Sekarang masyarakat perbatasan mendapatkan haknya. Sekarang mereka bisa menikmati listrik malam dan siang hari tanpa gangguan padam,” ujarnya. Mantan Bupati Landak ini mengingatkan beberapa hal bagi masyarakat Kecamatan Sajingan Besar secara khusus. Cornelis berharap, langkah ini menjadi salah satu pendongkrak peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat sekitar. “Jangan sia-siakan energi tersebut, kan bisa menetaskan telur dengan bantuan energi listrik atau untuk internet. Pokoknya, gunakan untuk meningkatkan ekonomi kita. Jangan hanya untuk penerangan di malam hari saja,” ingatnya.
Dia juga mengharapkan masyarakat yang rumahnya sudah teraliri listrik untuk disiplin. Terutama mengenai kewajiban masyarakat dengan penggunaan energi tersebut. “Saya minta masyarakat jangan sampai menunggak membayar rekening listrik. Lakukan teladan baik dengan membayar listrik tepat waktu. Pemerintah provinsi (Pemprov) dan kabupaten sudah susah payah mewujudkan terealisasinya listrik,” tegasnya.
Gubernur menegaskan, pembelian listrik dari negeri jiran tidak merubah image negeri ini. Katanya, ini bukan untuk menjatuhkan martabat bangsa, melainkan sebagai salah satu upaya memenuhi hak dan kebutuhan wilayah yang belum tersentuh jaringan listrik. “Kalimantan merupakan pulau yang potensial dengan sumber daya energi. Diantaranya batubara, air dan nuklir. Kita punya uranium, kita punya sumber energi yang besar. Hanya kita akan terus mengupayakan, secepatnya mengoptimalkan sumber tersebut. Ke depan, kita rencanakan agar kita mampu menjual energi ke negeri tetangga,” ungkapnya.
Dirut PLN Fahmi Mochtar dalam sambutannya membenarkan rencana pembelian listrik yang sudah dimulai sejak tahun 1990-an. Kata dia, saat itu memang sudah ada kesepahaman. “Memang Sajingan inilah realisasi pertama kita membeli listrik dari negeri tetangga Malaysia,” akunya.
Pria berkacamata minus ini menyebut, penyediaan listrik di perbatasan sebagai bagian dari inter koneksi di Asean. Sudah ada 14 inter koneksi, tiga diantaranya untuk Indonesia. Kegiatan itu ungkap Fachmi, direncanakan rampung tahun 2015. Dia juga optimis seperti yang dikatakan Gubernur Kalbar tentang kemampuan PT PLN untuk menjual kembali energi yang dimiliki Indonesia untuk keperluan negara lain. “Kalimantan Barat itu bukan lagi provinsi energi, tetapi saya sebut sebagai pulaunya energi,” ucapnya. Dipaparkannya, selain Sajingan Besar, proyek lanjutan serupa akan menyambangi Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Entikong Kabupaten Sanggau dan Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.
Masyarakat tiga daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa kota di negara Serawak Malaysia juga akan menikmati nasib yang sama dengan masyarakat Kecamatan Sajingan Besar. “PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya memang kami akui banyak kendala yang belum dapat kami selesaikan,” tuturnya.
Salah satunya ungkap Fachmi Mochtar, yakni penyediaan daya pokok listrik yang meningkat akibat naiknya harga BBM. Selain itu jelasnya, tarif dasar listrik (TDL) yang menjadi acuan PLN masih menggunakan TDL tahun 2003. Dengan kondisi tersebut, PLN tetap menargetkan pertumbuhan tahun 2014 dengan mematok target pemenuhan kebutuhan energi mencapai 80 persen. “Kami memerlukan dukungan dari semua. Upaya yang terus kami lakukan hingga saat ini, salah satunya dengan membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik non BBM,” paparnya.
Juga paparnya, lewat kerjasama dengan pihak swasta, termasuk pembelian lintas lintas negara, seperti untuk Kecamatan Sajingan Besar. Tantangan perusahaan negara yang dipimpinnya beber Facmi, yakni devisit pasokan listrik untuk beberapa daerah. Tapi dikatakannya, hal itu sekarang sudah dapat diatasi dan semakin membaik. “Dulu masih puluhan daerah yang mengalami devisit. Sekarang tinggal 14 daerah,” jelasnya.
Chairman SEB Datuk Abdul Hamid Sepawi di tempat yang sama memuji upaya gigih dari Pemprov Kalbar dan Pemkab Sambas untuk mewujudkan rencana ini. “Kita patut berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Bupati Sambas,” pintanya.
Diibaratkan Abdul Hamid, hal ini bagaikan sebuah langkah kecil guna melangkah ke arah yang lebih baik lagi. Maksudnya, sebagai awal agar terbina hubungan yang lebih baik lagi. Diterangkannya SEB akan bekerja profesional.
Sementara Ir H Burhanuddin A Rasyid, Bupati Sambas yang ditemui secara terpisah mengharapkan, realisasi listrik untuk perbatasan di Kecamatan Sajingan Besar bisa digunakan masyarakat seefisien mungkin. “Semoga memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sajingan Besar. Kita berharap ke depannya jangkauan listrik semakin luas,” harapnya.
Begitu pula dengan GM PLN Wilayah Kalbar, Denny Pranoto menyebut, Kabupaten Sambas mendapat suplai energi sebesar 200 kilo Volt Ampere (kVA). Realisasi pembelian energi listrik dari Sarawak untuk perbatasan Kalbar menguat setelah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, J Poerwono pada 10 Juli 2008 lalu mengirimkan surat tentang pengembangan wilayah perbatasan Kalbar. PLN harus membayar SEB sebesar RM 544.900 untuk pasokan energi di Badau dan untuk Sajingan Besar sebesar RM 270.400. Total investasi yang dikeluarkan PLN di Badau sebesar Rp 700 juta dan di Sajingan Besar Rp 900 juta. Sedangkan SEB menyuplai energi listrik selama 24 jam setiap hari. (oVa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: