Sungai Tercemar, Warga Sulit Dapatkan Ikan Air Tawar

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Andre Ali

TRIBUNNEWS.COM, SINTANG – Masyarakat Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengeluh sulit mendapatkan ikan sungai belakangan ini. Penyebabnya karena sungai sudah tercemar.

“Selain itu juga karena adanya masyarakat yang menuba pada saat akan mencari ikan,” Ujar Anggota DPRD Sintang Marjono Selasa (31/5/2011).

Marjono yang mengaku memiliki hoby mancing merasakan benar hal tersebut. Beberapa sungai besar, seperti sungai Kapuas dan Sungai Melawi sudah sulit untuk mencari ikan. “Kalau dulu mancing di dekat-dekat sini saja sudah banyak tapi sekarang sulit, saya kalau mancing ke daerah yang jauh sekalian,” keluhnya.

Pantauan tribun di lapangan, kondisi sungai di Sintang memang sudah tidak bersih lagi. Seperti di Sungai kapuas dan Sungai Melawi, hampir setiap hari diperkirakan ratusan kubik sampah hanyut di sungai tersebut, mulai dari sampah rumah tangga sampai sampah alam, seperti kayu dan rumput.

Untuk itu Murjono berharap pemerintah bisa mengatasi persoalan ini, sehingga habitat ikan air tawar di Sintang ini tidak semakin punah. Sebelum sungai menjadi semakin parah akibat pencemaran penanggalungan sebaiknya dilakukan sejak dini.

Kendati kondisi sungai yang ada di Kabupaten Sintang sudah mulai tercemar, baik oleh limbah rumah tangga, pertambangan dan perkebunan, BLH menyatakan Sungai di Sintang masih aman dan sesuai dengan standar baku mutu.

“Pengujiannya kita ambil dari air sungai di seluruh kecamatan yang ada di Sintang. Hasil pengujian menunjukkan kalau kualitas air di Sintang masih memenuhi standar baku mutu. Jikapun sudah ada yang tercemar tingkat pencemaran juga belum melampaui ambang batas yang ditetapkan sebagai indeks baku mutu air,”kata Kepala BLH Kabupaten Sintang M Murjani.

Ia mengakui aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) maupun aktivitas lainnya seperti perkebunan yang berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan memang berpengaruh pada kualitas air di sungai-sungai yang ada di Sintang.

Namun demikian tingkat pencemarannya masih di bawa standar sehingga kualitas air di Sintang masih memenuhi standar baku mutu air, apalagi aktivitas peti lebih banyak berdampak pada sedimentasi dan pendangkalan sungai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: