Warga minta stop perkebunan sawit di Sambas

Tribune pontianak, 8 Fewbruari 2011

Warga Minta Setop Perkebunan Sawit

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com/read/artikel/19715

SAMBAS, TRIBUN – Sejumlah perwakilan warga Desa Semata, Tangaran, Teluk Keramat, dan Jawai mendatangi Pemda Kabupaten Sambas dan diterima Asisten II Setda Sambas, Samingan, Senin (7/2). Kedatangan mereka meminta agar tidak lagi memperpanjang izin perusahaan perkebunan sawit di daearahnya.

“Kami minta agar Pemda Kabupaten Sambas menghentikan beroperasinya perkebunan kelapa sawit di desa kami. Apalagi surat izin perkebunan Patiware sudah habis pada enam Februari ini,” ujar Khumaini, satu di antara warga.

Ia mengungkapkan masyarakat menghendaki agar perkebunan kelapa sawit tidak ada di daerah mereka. “Kebanyakan warga kami bertanam karet dan ini sejak dulu, akibat kelapa sawit bisa menghabiskan tanaman karet kami,” katanya.

Ia mengatakan apapun alasannya pihaknya tidak menghendaki perkebunan sawit dari manapun. Sebab, sebagian besar lahan karet masyarakat setempat masih produktif dan menghasilkan.

Hal senada juga dikatakan Johran, satu di antara warga lainnya, ia meminta Pemkab Sambas tegas. Apabila izin sudah berakhir, maka Pemkab harusnya membuat pernyataan yang disampaikan kepada para kepala desa yang areal kawasan masuk pada perkebunan sawit.

“Kita menginginkan semuanya bisa mengetahui termasuk masyarakat, bahwa perizinan kelapa sawit tidak diperpanjang lagi. Kalau sudah tidak memenuhi persyaratan dan kehendak masyarakat kenapa harus diberikan izin,” katanya.

Warga lain Syahrial, mengatakan luas lahan PT Patiware yang menggarap lahan di kawasan Teluk Keramat serta Jawai sekitar 10 ribu hektare. “Kawasan ini sebagian besar lahan produktif masyarakat setempat. Jadi tidak layak ada perkebunan kelapa sawit, apalagi harga karet saat ini naik jadi masyarakat lebih memilih bertanam karet,” kata dia.

Pito, satu di antara perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Sambas mengungkapkan pihaknya tetap mengawal masalah aspirasi masyarakat terhadap perkebunan kelapa sawit. “Kalau memang keinginan masyarakat tidak menginginkan sawit, maka sebaiknya jangan ada perkebunan sawit di daerah tersebut,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut Asisten II Setda Kabupaten Sambas, Samingan, menjelaskan pihaknya hanya mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat yang menolak kehadiran sawit saja. “Nantinya apa yang mereka sampaikan akan kita bahas bersama tim yang lengkap, terutama tentang perizinan perkebunan PT Patiware ini,” katanya.

Diungkapkan, memamg perizinanannya sudah habis pada Februari, masalahnya ada yang pro dan kontra. Saat ini dari 10 ribu luas wilayah perizinan kelapa sawit yang mampu dipenuhi PT Patiware hanya sekitar 100 hektare dalam kurun waktu tiga tahun. “Jadi kita berikan izin seluas wilayah yang didapatnya saja, artinya masyarakat yang mau menerima perkebunan kelapa sawit silakan, yang tidak mau maka kita harus hargai mereka,” katanya.

***

 

Satu Tanggapan

  1. Waduh2…… weleh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: