Wabup Juan Mediasi Kasus Sejirak

Wabup Juan Mediasi Kasus Sejirak

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com/read/artikel/19674

 

SINTANG, TRIBUN – Wakil Bupati Sintang, Ignasius Juan, mencoba melakukan mediasi terhadap kasus yang membelit 13 warga Desa Sejirak, Kecamatan Ketungau Hilir. Langkah yang ditempuh, dengan melayangkan surat pertimbangan untuk memfasilitasi persoalan tersebut, yang ditujukan kepada Kepolisian Resort (Polres) Sintang.

“Surat itu sudah saya teken pada 31 Januari lalu, supaya penanganan kasus masyarakat di sana bisa diselesaikan,” kata Juan kepada wartawan, Sabtu (5/2), di kediaman pribadinya.

Surat yang dimaksud Juan tersebut berisi permohonan kepada pihak penyidik Polres Sintang, agar 13 warga masyarakat Sejirak yang sempat ditahan tidak dikenakan wajib lapor.

“Surat yang saya teken tersebut bukan intervensi kepada pihak kepolisian, karena pemerintah tidak bisa melakukan intervensi kepada pihak penegak hukum. Namun, ini hanya ingin mencari tahu apa persoalan yang terjadi,” kata Juan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 warga dari desa Sejirak ditahan pihak Polres Sintang. Mereka dilaporkan oleh pihak HTI dengan tuduhan menggarap lahan yang ada di kawasan HTI.

Wabup mengatakan, pihak perusahaan memang harus memberikan pembinaan kepada masyarakat sekitarnya. Hal itu dibuat melalui MoU yang sudah disepakati kedua belah pihak.

“Atas kasus ini, kami akan meninjau kembali, sejauh mana pembinaan yang dilakukan perusahaan kepada masyarakatnya. Apakah sudah sesuai atau belum. Apakah sudah terpenuhi atau belum. Kalau belum ya tinggal membuat MoU,” tandasnya.

RIBUN – Wakil Bupati Sintang, Ignasius Juan, mencoba melakukan mediasi terhadap kasus yang membelit 13 warga Desa Sejirak, Kecamatan Ketungau Hilir. Langkah yang ditempuh, dengan melayangkan surat pertimbangan untuk memfasilitasi persoalan tersebut, yang ditujukan kepada Kepolisian Resort (Polres) Sintang.

“Surat itu sudah saya teken pada 31 Januari lalu, supaya penanganan kasus masyarakat di sana bisa diselesaikan,” kata Juan kepada wartawan, Sabtu (5/2), di kediaman pribadinya.

Surat yang dimaksud Juan tersebut berisi permohonan kepada pihak penyidik Polres Sintang, agar 13 warga masyarakat Sejirak yang sempat ditahan tidak dikenakan wajib lapor.

“Surat yang saya teken tersebut bukan intervensi kepada pihak kepolisian, karena pemerintah tidak bisa melakukan intervensi kepada pihak penegak hukum. Namun, ini hanya ingin mencari tahu apa persoalan yang terjadi,” kata Juan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 warga dari desa Sejirak ditahan pihak Polres Sintang. Mereka dilaporkan oleh pihak HTI dengan tuduhan menggarap lahan yang ada di kawasan HTI.

Wabup mengatakan, pihak perusahaan memang harus memberikan pembinaan kepada masyarakat sekitarnya. Hal itu dibuat melalui MoU yang sudah disepakati kedua belah pihak.

“Atas kasus ini, kami akan meninjau kembali, sejauh mana pembinaan yang dilakukan perusahaan kepada masyarakatnya. Apakah sudah sesuai atau belum. Apakah sudah terpenuhi atau belum. Kalau belum ya tinggal membuat MoU,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: