PT SNIP Bantah Pihaknya Tak Peduli

PT SNIP Bantah Pihaknya Tak Peduli

Borneo Tribune, Senin, 14 Februari 2011

Dikatakan Nansim hingga saat ini pihak PT.SNIP, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sekitar desanya belum melakukan pembagian bibit karet dan pupuk tahap II. Padahal menurutnya pohon karet yang telah ditanam dari pembagian tahap I sudah sangat memerlukan pupuk. Selain bibit karet dan pupuk, Nansim juga mengeluhkan belum adanya perhatian pemerintah dari perusahaan untuk membangun jalan di daerahnya.

“Perusahaan hanya ingin menggali keuntungan, tanpa memperhatikan nasib masyarakat. Ketika karet sudah ditanam, masyarakat bingung karena tak ada pupuk. Masyarakat juga menanti kepastian pembagian bibit karet tahap II,” keluhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Dusun Baung Hulu, Semion, yang meminta bibit karet dan pupuk tahap II segera disalurkan. Bahkan ia mengancam jika permintaan itu tak dituruti, lahan yang telah diserahkan ke perusahaan akan ditarik kembali.

ditambahkan oleh Kepala Dusun Pedadang Hulu, M. Apit bahwa masyarakat sangat sulit untuk meminjam alat berat perusahaan, padahal alat tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Permintaan yang kami sampaikan bukannya direspon tapi malah kami diover sana over sini untuk meminta izin,” keluhnya.

Sementara Manager PT SNIP Dani, dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat di sekitar perusahaan tempatnya bekerja beroperasi dengan tegas membantah apa yang disampaikan oleh warga Desa Baung Sengatap tersebut. Menurutnya selama ini pihaknya sudah sangat peduli dengan keluhan dan permintaan dari masyarakat. Bahkan menurutnya  pihaknya telah menyiapkan bibit dan pupuk tahap II dan akan segera dibagikan kepada masyarakat.

“Bibit karet akan segera dibagikan, soal pupuk juga kita sudah siap. Tapi menunggu bibit karet selesai dibagi. Namun, bila masyarakat memang menginginkan agar bibit karet dan pupuk dibagikan segera, permintaan itu akan kita kabulkan. Untuk pembagian bibit karet direncanakan bulan Maret nanti,” katanya.

Terkait keluhan jalan menurutnya sebenarnya perusahaan sudah melakukan upaya perbaikan, namun belum sempurna karena terkendala cuaca. Bahkan menurutnya perbaikan jalan sudah mencapai 80 persen.

“Perbaikan jalan akan tetap kita lakukan, namun sesuai dengan kemampuan keuangan yang kita miliki. Kita tak ingin melebihi kadar kemampuan, lagi pula perusahaan juga butuh untuk hidup dan mendukung kegiatan operasional di lapangan,” jelasnya.

Terkait keluhan peminjaman alat berat, ia berkilah kalau peminjaman itu tidaklah sulit dikabulkan. Namun, ia menyarankan pada masyarakat agar membuat permintaan tertulis.

“Selama ini, bila masyarakat membutuhkan kita selalu siap membantu. Namun, adakalanya permintaan itu tak bisa dituruti, misalnya ketika  masyarakat meminjam alat berat sedang digunakan atau rusak,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: