Pulau Bawal Tak Mesti Kebun Sawit

Senin, 10 Januari 2011 ,

Pulau Bawal Tak Mesti Kebun Sawit

Ismet: Pemerintah Harus Hati-hati

Sumber :http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=84421

Ketapang. Ketua Forum Kajian Pembangunan Daerah (FKPD), Drs Ismet Siswadi menyarankan pemerintah kabupaten mempertimbangkan rencana penanaman sawit di Pulau Bawal.

Menurutnya, membangunan dan meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat di Pulau Bawal tidak mesti dengan membangun perkebunan sawit. Banyak potensi lain yang bisa dikembangkan, misalnya sektor perkebunan sawit.

“Pemerintah daerah harus hati-hati. Dikaji dulu semua aspeknya, bagaimana tata ruangnya. Karena tata ruang tetap harus diperlukan. Apakah sudah masuk tata ruang atau tidak. Karena persoalan tata ruang ini juga menyangkut persoalan nasional,” terang Ismet Siswadi kepada Equator.

Dikatakannya, jangan hanya dilihat Pulau Bawal sebagai Areal Penggunaan Lain (APL). Pasalnya, pulau yang ada di Kecamatan Kendawangan itu masuk kategori pulau-pulau lain. Artinya undang-undang kelautan terkait pulau-pulau kecil juga harus diperhatikan.

“Setahu saya Pulau Bawal itu luasnya tak lebih dari 6000 hektar dan masuk dalam kategori pulau kecil. Sedangkan yang akan ditanami sekitar 2500 hektar. Pada intinya bisa saja ditanam sepanjang untuk kepentingan masyarakat. Namun jangan sampai melanggar aturan yang ada,” tegasnya.

Dikatakannya, sepanjang dari segi yuridis terpenuhi, penanam sawit dapat dilakukan. Hanya saja ia juga menegaskan pihak perusahaan juga tak boleh menggunakan pupuk yang mengandung kimia. Karena dapat merusak ekosistem yang ada. Jika unsur kimiawi yang ada pada pupuk merusak biota laut, dapat dikenai undang-undang lingkungan hidup.

“Dikenai pasal berlapis.. Apakah mungkin hanya mengandalkan pupuk organik.

Pemerintah dalam hal ini juga harus bertindak tegas, jika perusahaan melanggar,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pemerintah juga tak perlu takut di pra-TUN kan. Soalnya untuk menyetujui penanaman sawit perlu ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Perlu adanya kajian serius.

Terkait keingingan pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat pulau Bawal ditanggapinya positif. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah tak ada sumber lain untuk menyejahterakan masyarakat ketimbang sawit. Dengan kata lain, kenapa mesti sawit.

“Peningkatan ekonomi tidak mesti dengan sawit. Masih banyak sumber-sumber lain, seperti cengkeh, walet atau mengembangkan daerah wisata. Masih banyak jalan lain. Sawit bukan satu-satunya jalan,” bebernya.

Komisi Amdal

Terkait soal banyaknya lahan yang ditanami sawit, Ismet menilai komisi Amdal seharusnya sesegera mungkin dibentuk. Terkait Amdal, saat ini leading sektor terletak di Kantor Lingkungan Hidup (LH). Padahal dengan luasnya wilayah, Kabupaten Ketapang sudah layak untuk membentuk komisi Amdal.

“Harus sesegara mungkin dibentuk komisi Amdal. Karena berbentuk badan, kepala badannya harus eselon II. Soal siapa orangnya, itu kewenangan Bupati.

Karena selama ini terkait soal Amdal, kita harus ke Propinsi lebih dulu,”

pungkasnya. (KiA)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: