Wabup Serukan Gerakan Sayang Sungai

Sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Sintang, dan tanggungjawab dalam menyelamatkan lingkungan, Wakil Bupati Sintang Jarot Winarno menyerukan Gerakan Sayang Sungai. Seruan ini disampaikan ketika membuka semiloka tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Kayan secara adil dan lestari, di gedung serbaguna kecamatan Kayan Hilir, Senin (11/10) malam.

“Mari kita lakukan Gerakan Sayang Sungai dengan memelihara, membersihkan dan mengindahkan sungai. Karena sungai merupakan urat nadi kehidupan,” katanya.
Wabup menyatakan, sungai mempunyai empat fungsi utama dalam kehidupan masyarakat. Khususnya di wilayah pulau Kalimantan yang memang lebih banyak terdapat sungainya. Empat fungsi utama tersebut antara lain, sungai merupakan sumber kehidupan, jalur transportasi, tempat kehidupan ikan yang menjadi sumber protein, serta menjadi pusat kehidupan manusia.
“Seperti kita ketahui, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, selalu mengandalkan sungai sebagai sumber air minum. Sekaligus sebagai pemenuhan kebutuhan masak cuci dan kakus,” katanya.
Sungai juga memberikan peluang pekerjaan yang menjanjikan. Kalau sungai tidak dijaga dan pelihara dengan baik, maka kehidupan manusia yang selama ini tergantung dengan sungai, akan sangat terganggu.
Ia teringat kejadian mewabahnya penyakit hepatitis yang melanda masyarakat di sekitar aliran Sungai Kayan beberapa tahun lalu. Menurutnya, saat itu ribuan masyarakat yang menggunakan air Sungai Kayan terjangkit penyakit tersebut. Hingga akhirnya dibentuknya sebuah tim, dimana ia menjadi ketuanya yang bertugas mencari titik awal penyebab munculnya penyakit yang dikenal dengan sakit kuning.
Akhirnya sumber masalah pun ditemukan, tepatnya di hulu Sungai Kayan yang telah memasuki wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Oleh karena itu, saya berikan apresiasi yang tinggi dan merasa harus datang dalam pembukaan semiloka ini,” katanya. Karena baru kali ini, ada kegiatan semiloka tentang pemeliharaan sungai yang dilakukan di Nanga Mau.
Ia berharap sejumlah lembaga yang menyelenggarakan kegiatan semiloka tersebut, antara lain Walhi Kalbar, bisa membawa peserta menghasilkan rekomendasi yang cerdas kepada pemerintah daerah.
Meskipun dalam suasana remang, bahkan lampu di Gedung Serbaguna sempat padam beberapa saat, Wabup begitu bersemangat menyampaikan konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan meliputi tiga aspek. Yaitu, pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan.
“Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat memelihara dan menjaga sungai dengan tetap memperhatikan kearifan lokal, dengan tetap melibatkan masyarakat secara aktif,” katanya. Sebab sungai merupakan urat nadi kehidupan masyarakat.
“Jika sungai rusak, maka akan tercerabut pula akar budaya masyarakat kita,” tegasnya.

sumber: http://www.borneotribune.com/sintang/wabup-serukan-gerakan-sayang-sungai.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: